( Zea Mays L. Saccharata )
Proposal
Diajukan untuk
memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Budidaya Tanaman
Pangan Utama
Oleh
Kelompok 10 :
Ayu
Rosmiati 1137060016
Desty
Novidayantie M 1137060022
Hafidh
Mubarok Kusuma 1137060031
Ridwan
Hambali 1127060069
Agroteknologi
V-A

JURUSAN AGROTEKOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan
proposal Budidaya Tanaman Jagung Manis sebagai salah satu tugas Mata
Kuliah Budidaya Tanaman Pangan.
Proposal ini
bertujuan untuk mengajukan alat dan bahan yang akan digunakan pada saat
praktikum Budidaya Tanaman Pangan dan kelompok kami terpilih untuk
membudidayakan Tanaman Jagung Manis (Zea
Mays L. Saccharata).
Selama penulisan
proposal ini, penulis banyak mendapatkan bantuan. Oleh karena itu, penulis
menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang
telah membantu dalam penyusunan
proposal ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan baik dalam penulisan maupun
materi yang dibahas. Kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat
penulis harapkan demi penyempurnaan makalahdi masa mendatang. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhoi amal dan perjuangan kita, mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan manfaat bagisemuapihak.
Bandung, September 2015
DAFTAR
ISI
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Produktivitas jagung di Indonesia
masih tergolong rendah dan kurang produktif pemasokannya bila disejajarkan
dengan Negara penghasil jagung internasional. Bagaimana tidak, semua itu
terjadi karena salahnya pemakaian dan penggunaan procedure yang sebenarnya
sudah diberlakukan oleh mekanisme pertanian modern. Penggunaan varietas yang
tidak unggul menjadi penentu bagi permasalahan yang sampai saat ini menjadi
kemelut bagi perkembangan jagung nasional, tidak hanya disebabkan oleh itu saja
melainkan permasalahan tersebut muncul karena pemanfaatan teknologi
diminoritaskan dan lebih cenderung memanfaatkan kearifan budaya local, penanaman
yang tidak tepat dengan waktunya serta penggunaan dosis pupuk yang tidak
disesuaikan dengan dosis pemakaian dan tepat sasaran. Selanjutnya, pendapatan
yang diharapkan oleh petani adalah kebergantungan pascapanen dengan
mengoptimalkan sesuai penanganannya.
Kendati demikian, masih banyak
momentum proses yang perlu dilakukan agar supaya ketahanan pangan terlebih
jagung dapat terselesaikan dengan baik dan sesuai dengan pengharapan. Selektif
dan teliti dalam mencari bibit penanaman, penyesesuain penggunaan lahan yang
baik serta diolahnya dengan mekanisme pemberlakuan pertanian. Sebenarnya,
keseluruhan akan permasalahan tersebut akan terselesaikan dengan sempurna dan
baik apabila penyesesuaian akan banyak hal dilakukannya seperti waktu tanam
yang sesuai, penyiapan benih yang berkualitas dan pemeliharaan dilakukan.
Konsep teori tersebut akan berjalan apabila dilakukan dalam proses penanaman
sebab lahirnya penerapan karena terjadinya suatu pembentukan konsep yang matang
serta konsep tersebut sudah diuji kelayakannya dan tidak dapat diragukan lagi,
lebih mudahnya dari budidaya jagung adalah apabila berkeinginan
produktivitasnya meningkat tidak harus dengan lahan basah dan pemberlakuan
system aerasi dan drainase yang baik terpentingnya adalah tanah tersebut
bersifat gembur.
Upaya untuk
menanggulangi banyak permasalahan sudah kerap dilakukan termasuk dalam rangka
mendorong percepatan adopsi varietas unggul jagung, kegiatan perbenihan
memegang peranan yang sangat vital. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman
yang tegak, perakaran kuat dan produksi tinggi. Salah satu permasalahan
perbenihan di tingkat petani adalah harga benih yang mahal sehingga petani
lebih memilih menanam jagung lokal atau turunan hibrida dari pertanaman musim
sebelumnya. Permasalahan lain adalah benih tidak tersedia saat dibutuhkan.
1.2.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui
produktivitas tanaman jagung
2.
Untuk mengetahui
teknik budidaya tanaman jagung yang baik
1.3.
Manfaat
1.
Mengetahui
produktivitas tanaman jagung
2.
Mengetahui
teknik budidaya tanaman jagung yang baik
3.
Sebagai sarana
belajar dan melatih tanggung jawab
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Taksonomi Tanaman Jagung
Tanaman jagung (Zea Mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman
pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Tanaman ini merupakan salah
satu tanaman pangan yang penting, selain gandum dan padi. Tanaman jagung
berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika, melalui kegiatan bisnis
orang Eropa ke Amerika. Pada abad ke-16 orang portugal menyerbarluaskannya ke
Asia termasuk Indonesia. Jagung oleh orang Belanda dinamakan main dan oleh
orang Inggris.
Secara umum, jagung memiliki kandungan gizi
dan vitamin. Di antaranya kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan
mengandung banyak vitamin. Adapun klasifikasi tanaman jagung, yaitu :
Kingdom :
Plantae
Divisio
: Spermatophyta
Subdivisi :
Angiospermae
Kelas
: Monocotiledon
Ordo
: Poales
Famili
: Poaceae
Genus
: Zea
Spesies
: Zea mays L.
Pembuatan bedengan dilakukan setelah
tanah diolah. Bedengan dilengkapi dengan saluran pembuangan air. Ukuran
bedengan adalah lebar 1-1,2 meter. Panjang 3-5 meter, dan tinggi 15-20 cm
antara dua bedeng, dibuat parit untuk memasukkan dan mengalirkan air ke tempat
penanaman.
Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu
tinggi, baik mutu genetik, fisik maupun fisiologinya. Berasal dari varietas unggul
(daya tumbuh besar, tidak tercampur benih lain, tidak mengandung kotoran, tidak
tercemar hama dan penyakit). Benih yang demikian dapat diperoleh bila
menggunakan benih bersertifikat.
2.2.Morfologi Tanman
Jagung
a. Akar.
Akar jagung tergolong akar serabu yang dapat mencapai
kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman
yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah
yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
b. Batang
jagung
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum
dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya
tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas
terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun
tidak banyak mengandung lignin.
c.
Daun.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang.
Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu
tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stomata pada
daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap
stomata dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan
penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada selsel daun.
d. Bunga.
Jagung memiliki bunga jantandan bunga betina yang terpisah
(diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur
khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret
dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian
puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna
kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol.
e.
Tongkol.
Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun.
Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif
meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Buah Jagung siap panen Beberapa
varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan
disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk
penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya protandri.
2.3.Syarat Tumbuh
Tanaman Jagung
a.
Iklim
Iklim sedang hingga daerah beriklim basah. Pada lahan tidak
beririgasi, curah hujan ideal 85-200 mm/bulan dan harus merata. Sinar
matahari cukup dan tidak ternaungi Suhu 21-340C, optimum 23-270C.
Perkecambahan benih memerlukan suhu ± 300C.
b.
Tanah
Tanah gembur, subur dan kaya humus. Jenis tanah: andosol,
latosol, grumosol, dan tanah berpasir. Tanah grumosol memerlukan
pengolahan tanah yang baik. Tanah terbaik bertekstur lempung/liat berdebu. pH
tanah 5,6 – 7,5. Aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik.
Kemiringan ≤ 8%, lahan miring > 8%, perlu di teras. Tinggi tempat 1.000-1800
m dpl, optimum 0-600 m dpl.
BAB III
METODE BUDIDAYA
3.1.Lokasi dan Skala Budidaya
Untuk pelaksanaan kegiatan budidaya tanaman jagung manis ini
akan dilaksanakan di lahan praktikum jurusan Agroteknologi dengan luas lahan
yang akan digunakan yaitu 4m2 x 4m2.
3.2.Pelaksanaan Budidaya
3.2.1.
Skema dan Luas Lahan
![]() |
|||
![]() |
|||
Luas lahan ditanami = 2 x ( 400 cm x 150 cm )
=
2 x 60.000 cm2
=
120.000 cm2
=
12 m2
Luas parit = P x L
=
400cm x 100 cm
=
40.000 cm2
= 4 m2
Total lahan =
lahan ditanami + paritan
=
12 m2 + 4m2
=
16 m2
3.2.2.
Penyiapan Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan yaitu :
|
Alat
:
|
Bahan
:
|
|
·
Cangkul
·
Gembor / emrat
·
Tugal
·
Patok / tali rafia
·
Roll meter
|
·
Benih jagung
·
Pupuk organik kompos
·
Pupuk urea
·
Pupuk KCL
·
Pupuk SP-36
·
Air
·
Lahan 4m2 x 4m2
|
3.2.3.
Teknik Budidaya Tanaman Jagung
1.
Penyiapan
lahan
·
Pencangkulan Lahan
Tujuan pencangkulan
adalah untuk menghilangkan zat beracun yang dapat membahayakan terhadap
tanaman, membersihkan lahan dari gulma-gulma yang tumbuh di lahan tersebut. Selain
itu agar tanah menjadi gembur dan siklus udara dalam tanah menjadi baik.
·
Pembentukan Bedengan
Pembentukan bedengan dengan ukuran lebar 150 cm, panjang 400 cm, tinggi
20 - 25cm, jarak antar bedengan 50cm.
·
Pemupukan
dasar
Pemupukan dasar dilakukan untuk menggemburkan dan menambah nutrisi
kedalam tanah agar tanah menjadi subur, selain itu pemupukan dasar juga
dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur
hara tanaman. Pemupukan dasar menggunakan pupuk organik kompos sebanyak 10ton/hektar,
maka kebutuhan untuk luas lahan 12 m2 yaitu 12 kg. sehingga, untuk
masing-masing bedengan sebanyak 6kg.
2.
Persiapan
benih
Bermutu tinggi, baik mutu genetik,
fisik maupun fisiologinya. Benih berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar, murni,
tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan penyakit). Benih yang
terjamin adalah benih bersertifikat.
3.
Penanaman
jarak tanam yang
digunakan adalah 80cm x 50cm dengan kedalaman lubang tanam3cm, masing-masing
lubang ditanami 3 benih jagung. Benih dimasukkan kedalam lubang tanam kemudian
ditutup sedikit dengan tanah. Sebelum penanaman benih terlebih dahulu direndam
dengan air dimaksudkan agar proses imbibisi lebih cepat.
·
Pembuatan Lubang
Tanam
Diameter dan kedalaman lubang tanam 3 cm, dengan jarak lubang tanam 80cm
x 50cm. Perhitungan jumlah
lubang tanam :
Luas
lahan = ( P
x L )
Lubang
tanam = ( 400cm :
80cm ) x (150cm : 50cm )
=
5 x 3
=
15 lubang tanam / bedeng
Dikalkulasikan = 16 lubang tanam / bedengan
Jml
lubang tanam = 16 x 2
=
32 lubang tanam / 2 bedeng
Kebutuhan benih =
Jumlah lubang tanam x Jumlah benih / lubang tanam
=
32 x 3
=
96 biji
Maka skema lubang tanamnya sebagai berikut : |
|
|
4.
Pemeliharaan
a.
Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya,
kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu.
Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga
perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.
b.
Penyulaman
dan Penjarangan
Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman dan hanya
dikehendaki 2 atau 1, tanaman yang tumbuh paling tidak baik, dipotong dengan
pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman
secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain. Benih yang tidak tumbuh atau mati
perlu disulam, kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (HST). Penyulaman
menggunakan benih dari jenis yang sama. Selain itu, apabila ada tanaman yang
tidak dikehendaki maka bisa dilakukan penjarangan. Penjarangan ini dimaksudkan
agar populasi tanaman tidak terlalu padat agar penyinaran dapat diterima
tanaman secara maksimal.
c.
Pembumbunan
dan penyiangan
Pembumbunan bersamaan dengan penyiangan dan pemupukan pada
umur 6 minggu. Tanah di kanan dan kiri barisan jagung diurug dengan cangkul,
kemudian ditimbun di barisan tanaman, membentuk guludan memanjang. Pembubunan
juga dilakukan bersamaan penyiangan kedua.
d.
Pengendalian
hama dan penyakit tanaman
Kegiatan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung
dilakukan agar tanaman jagung tidak mengalami gangguan kesehatan, yang akhirnya
mengganggu hasil produksinya. Pengendalian terhadap hama dan penyakit dapat
dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1)
Cara mekanik, yaitu pengendalian dengan menggunakan alat
atau membuang bagian tanaman yang terkena hama atau penyakit.
2)
Cara kimia, yaitu pengendalian dengan menggunakan bantuan
bahan kimia seperti pestisida. Biasa menggunakan Decis 25EC untuk pengendalian
Belalang Locusta migratoria,
lalat bibit Atherigona sp
dengan dosis sesuai dengan yang ada dikemasan. Waktu yang baik untuk menyemprot adalah pagi hari antara jam 06.00 - 09;00
atau sore hari jam 16.00 -18.00.
5.
Pemupukan
Pemupukan pertama
dilakukan 2 minggu setelah tanam (MST). Pemupukan dilakukan dengan cara membuat lingkar di sekitar tanaman dengan jarak selebar kanopi daun
(ujung daun) dan kemudian diletakan masing-masing pupuk disisi yang berbeda.
kemudian ditimbun dengan tanah agar pupuknya tidak menguap dan tidak terbawa oleh
air hujan, dan agar pupuk tersebut diserap oleh tanaman secara optimal. pupuk
yang digunakan adalah pupuk Urea dengan dosis 300 kg/ha, SP-36 100 kg/ha dan
KCL 50 kg/ha, dengan dosis waktu pemberian pupuk sebagai berikut :
|
No
|
Jenis Pupuk
|
Dosis
(kg/Ha)
|
Waktu pemberian
|
|
|
2 MST
(kg/ha)
|
6 MST
(kg/ha)
|
|||
|
1.
|
Urea
|
300
|
|
200
|
|
2.
|
SP-36
|
100
|
100
|
-
|
|
3.
|
KCL
|
50
|
50
|
-
|
Kebutuhan pupuk yang akan digunakan untuk luas lahan
12 m2 dengan 32 lubang tanaman :
a) Kebutuhan Pemupukan Pertama Pada 2 Minggu Setelah
Tanam (MST) Untuk 12m2 Luas
Lahan Yang Ditanami, Yaitu :
|
No
|
Jenis
pupuk
|
Dosis
(kg/Ha)
|
Dosis/
lubang tanam (gr)
|
Dosis/
tanaman (gr)
|
Kandungan
pupuk tunggal (%)
|
|
1
|
Urea
|
100
|
3,75
|
1,25
|
45%
N
|
|
2
|
SP-36
|
100
|
3,75
|
1,25
|
36%
P2O5
|
|
3
|
KCL
|
50
|
1,87
|
0,62
|
60%
K2O
|
b) Kebutuhan Pemupukan Kedua Pada 6 Minggu Setelah
Tanam (MST) Untuk 12m2 Luas
Lahan Yang Ditanami, Yaitu :
|
No
|
Jenis
pupuk
|
Dosis
(kg/Ha)
|
Dosis/
lubang tanam (gr)
|
Dosis/
tanaman (gr)
|
Kandungan
pupuk tunggal (%)
|
|
1
|
Urea
|
200
|
7,5
|
2,5
|
45%
N
|
|
2
|
SP-36
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
3
|
KCL
|
-
|
-
|
-
|
-
|
6.
Pemanenan
Pemanenan
dilakukan setelah tanaman memenuhi criteria panen yaitu kelobot tongkol sudah
berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan, kira-kira sudah berusia 70-75 HST.
Bila kelobot tongkol dikupas akan tampak biji jagung berwarna kuning, bijinya
sudah cukup keras dan mengkilap. Pemanenan dilakukan dengan cara memutar
tongkol jagung.
BAB
1V
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Budidaya jagung meliputi proses persiapan lahan, persiapan
benih, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Budidaya jagung
dilakukan di lahan praktikum agroteknologi, dengan keseluran luas lahan 16m2
dan luas lahan yang ditanami 12m2, dengan luas bedengan 4 m x 1,5 m.
Persiapan lahan meliputi pengolahan tanah, pembuatan bedengan serta pemupukan
dasar. Persiapan benih meniapkan benih yang akan ditanam, dialkukan perendaman
terlebih dahulu sebelum ditanam. penanaman, jarak tanam 80 cm x 50 cm. maka,
keseluruhan ada 32 lubang tanam denga kedalaman lubang tanam 3 cm, tiap-tiap
lubang tanam diisi 3 benih jagung. Pemeliharaan, meliputi penyiraman, pemupukan,
penyiangan dan pembubunan, pengendalian hama dan penyakit dan panen.
DAFTAR PUSTAKA
Al Omran
et al. 2012. Management of Irrigation
Water Salinity in Greenhouse Tomato Production under Calcareous Sandy Soil and
Drip Irrigation. Journal Of Agricultural Science And Technology. Vol
14:939-950.
Fitter dan
Hay. 1992. Fisiologi Lingkungan Tanaman.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Kartasapoetra,
Ance Gunarsih. 1990. Klimatologi Pengaruh
Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman. Jakarta: Bumi Aksara.
Marlina V,
enni.2004. Pengaruh Pemberian Dosis Kompos Azzola Terhadap Pertumbuhan Dan
Hasil Tanaman Jagung.Proposal
Skripsi Progam Studi Agronomi Jurusan Budi Daya Pertanian Fakultas Pertanian
Universitas Jambi : Jambi.
Salisbury
dan Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid
Dua Biokimia Tumbuhan Edisi Keempat. Bandung: ITB.
Surtkanti.
2011. Hama dan Penyakit
Penting Tanaman Jagung dan Pengendaliannya. Balai Tanaman Serelia.
Seminar Nasional Tanaman Serelia 2011.
Lampiran
1
: Perhitungan Kebutuhan Pupuk
a.
Kebutuhan Pupuk
Organik Kompos
Untuk pemupukan dasar digunakan penambahan pupuk organik
kompos dengan kebutuhan 10ton/ Ha.
Jadi, kebutuhan pupuk organik kompos untuk luas lahan 12 m2
yaitu 12kg. untuk tiap bedengannya masing-masing sebanyak 6 kg.
b.
Kebutuhan Pupuk
Buatan
1) Pemupukan Pertama, 2 MST untuk 12m2 lahan
yang ditanami, yaitu :
·
Kebutuhan Urea
untuk pemupukan pertama / 12 m2 :
Dosis pemupukan urea diberikan 1/3 dari keseluruhan
dosis yang di anjurkan,
Maka : 
Maka, kebutuhan per petak :
Maka, kebutuhan perlubang tanam :
120 gr/ petak : 32 lubang tanam = 3,75 gr/ lubang tanam
Maka, kebutuhan pertanaman, yaitu :
3,75 gr/ lubang tanam : 3 benih/ lubang tanam = 1,25 gr/ tanaman
Maka, kebutuhan N (45%) pertanaman, yaitu :
·
Kebutuhan SP-36
untuk pemupukan pertama / 12 m2 :
Maka, kebutuhan per petak :
Maka, kebutuhan perlubang tanam :
120 gr/ petak : 32 lubang tanam = 3,75 gr/ lubang tanam
Maka, kebutuhan pertanaman, yaitu :
3,75 gr/ lubang tanam : 3 benih/ lubang tanam = 1,25 gr/ tanaman
Maka, kebutuhan P2O5 (36%) pertanaman,
yaitu :
·
Kebutuhan KCL
untuk pemupukan pertama / 12 m2 :
Maka, kebutuhan per petak :
Maka, kebutuhan perlubang tanam :
60 gr/ petak : 32 lubang tanam = 1,87 gr/ lubang tanam
Maka, kebutuhan pertanaman, yaitu :
1,87 gr/ lubang tanam : 3 benih/ lubang tanam = 0,62 gr/ tanaman
Maka, kebutuhan K2O (60%) pertanaman, yaitu :
2) Pemupukan k-2, 6 MST untuk 12m2 lahan
yang ditanami, yaitu :
·
Kebutuhan Urea untuk pemupukan kedua / 12 m2
:
Dosis pemupukan urea diberikan 2/3 dari keseluruhan
dosis yang di anjurkan, Maka : 
Maka, kebutuhan per petak :
Maka, kebutuhan perlubang tanam :
240 gr/ petak : 32 lubang tanam = 7,5 gr/ lubang tanam
Maka, kebutuhan pertanaman, yaitu :
7,5 gr/ lubang tanam : 3 benih/ lubang tanam = 2,5 gr/ tanaman
Maka, kebutuhan N (45%) pertanaman, yaitu :
Lampiran
2
: Kebutuhan Biaya (Modal)
|
No
|
Jenis
alat dan bahan
|
Jumlah
|
Harga
satuan
|
Jumlah
harga
|
|
1
|
Cangkul
|
2
buah
|
Rp 37.000,-
|
Rp
74.000,-
|
|
2
|
Gembor
/ emrat
|
1
buah
|
Rp 32.500,-
|
Rp
32.000,-
|
|
3
|
Tugal
|
1
buah
|
Rp -
|
Rp -
|
|
4
|
Patok
/ tali raffia
|
1
buah
|
Rp
2.000,-
|
Rp 2.000,-
|
|
5
|
Roll
meter
|
1
buah
|
Rp 90.000,-
|
Rp
90.000,-
|
|
6
|
Benih
jagung
|
1
kantong
|
Rp 19.000,-
|
Rp
19.000,-
|
|
7
|
Pupuk
:
-
Pupuk organik
-
Urea 1
-
SP-36
-
KCL
-
Urea 2
|
12
kg
0,12
kg
0,12
kg
0,06
kg
0,24
kg
|
Rp 500,-
Rp 1.800,-
Rp 2.000,-
Rp 1.600,-
Rp 1.800,-
|
Rp 6.000,-
Rp
216,-
Rp 240,-
Rp 96,-
Rp 432,-
|
|
8
|
PHT
:
-
Decis 25 EC
|
1
botol / 50 ml
|
Rp 18.000,-
|
Rp
18.000,-
|
|
TOTAL
|
Rp
241.984,-
|
|||
Lampiran 3 : Kalender Kerja
|
No
|
Hari/Tanggal
|
Kegiatan
|
Keterangan
|
|
1
|
Senin, 14 september 2015
|
Persiapan lahan :
-
Pengukuran
lahan
-
Pengolahan
tanah 1(pembersihan gulma)
|
Luas lahan 4 m2 x 4 m2
|
|
2
|
Senin, 21 september 2015
|
-
Pengolahan
tanah 2 (pembalikan tanah dan pembutan bedengan)
-
Pemupukan
dasar (6kg/ bedengan)
|
Bedengan :
P = 400 cm
L= 150 cm
T= 30cm
l.parit= 50 cm
p.parit= 400cm
|
|
3
|
Senin, 28 september 2015
|
-
Persiapan
benih
-
Penanaman (pengukuran
jarak tanam dan pembuatan lubang tanam)
-
Penyiraman
|
JT = 80 cm x 50 cm, kdalaman
lubang tanam 3cm
Dengan 3 benih/ lb.tanam x 32 =
96 benih
|
|
4
|
Senin, 5 oktober 2015
|
Pemeliharaan
-
PHT
-
Penyiraman
-
penyiangan
-
penjarangan
-
Penyulaman
|
PHT dengan menggunakan pestisida
decis 25EC
|
|
5
|
Senin, 12 oktober 2015
|
-
Pemupukan ke 1
-
Pembumbunan
-
Penyiangan
-
Penyiraman
|
Dosis Pemupukan pertama (Urea=
4gr, SP-36= 4gr dan KCL= 2gr) per lubang tanam
|
|
6
|
Senin, 19 oktober 2015
|
-
Penyiangan
-
Penyiraman
|
|
|
7
|
Senin, 26 oktober 2015
|
-
Pemupukan ke 2
-
Penyiangan
-
Penyiraman
|
Dosis pemupukan kedua (urea= 8gr)
perlubang tanam
|
|
8
|
Senin, 2 november 2015
|
-
Penyiangan
-
Penyiraman
|
|
|
9
|
Senin, 9 november 2015
|
-
Penyiangan
-
Penyiraman
|
|
|
10
|
Senin, 16 november 2015
|
PANEN
|
|

